#41 CASEMIRO | REAL MADRID & BRASIL
Ketika bertugas di kursi kemudi Santiago Bernabeu, Zinedine Zidane melakukan apa yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh para pendahulunya: menurunkan Casemiro sebagai starter. Gelandang jangkar asal Brasil ini langsung membayar kepercayaan Zidane lewat performa baja dan ikut berkontribusi mengantar Madrid melakoni kampanye sukses di Liga Champions musim lalu. La Undecima sulit tercapai jika bukan Casemiro yang bermain di lini tengah.
#42 DAVID ALABA | BAYERN MUNICH & AUSTRIA
Ambisi Alaba untuk menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia memang gagal, setelah performanya di lini tengah tidak mampu menyelamatkan Austria dari eliminasi dini di Euro 2016. Walau begitu, pemain berusia 24 tahun ini semakin menegaskan sinarnya di posisi lain: bek kiri. Musim lalu, Alaba membantu Bayern meraih gelar dobel di level domestik dan masuk ke dalam Tim Terbaik Bundesliga 2015/16.
#43 ANDREA BARZAGLI | JUVENTUS & ITALIA
Usia 35 tahun namun masih menjadi salah satu bek terbaik di planet ini. Ya, Barzagli memang masih dalam performa prima sehingga tak seorang pun terkejut ketika pada Mei lalu Juventus memberikan ekstensi kontrak dua tahun kepadanya. Pelatih anyar Italia Giampiero Ventura bahkan sampai harus membujuk Barzagli untuk membatalkan rencana pensiun setelah Euro 2016. Turnamen itu berakhir dengan wawancara mengharukan Barzagli selepas Italia tersingkir di perempat-final, membuktikan bahwa ia masih memiliki hasrat bermain yang tinggi.
#44 RENATO SANCHES | BAYERN MUNICH & PORTUGAL
Gelandang remaja ini mungkin masih beradaptasi dengan kehidupan barunya di Bayern Munich, tetapi 2016 akan dikenang sebagai tahun yang sangat penting bagi Sanches. Setelah menjadi pilihan utama di lini tengah Benfica, yang sukses mengklaim dua titel domestik, Sanches lantas bersinar di Euro 2016. Di usia 18 tahun, ia mampu mengantar Portugal menjadi juara Eropa dan ia sendiri terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik di turnamen itu.
#45 DAVID DE GEA | MANCHESTER UNITED & SPANYOL
United mungkin hanya finis di urutan kelima dalam klasemen akhir Liga Primer Inggris musim lalu, namun peringkat itu bisa lebih rendah jika gawang mereka tidak dikawal De Gea. Musim lalu, kiper berusia 25 tahun ini masuk dalam Tim Terbaik PFA untuk kedua kalinya secara beruntun. De Gea juga menegaskan statusnya sebagai kiper nomor satu Spanyol, kendati kampanye di Euro 2016 tidak berjalan sesuai rencana. Eliminasi di babak 16 besar dari Italia jelas bukan kesalahan De Gea, mengingat ia melakukan serangkaian penyelamatan fantastis.
#46 DOUGLAS COSTA | BAYERN MUNICH & BRASIL
Musim pertama sang winger di Allianz Arena patut diacungi jempol setelah mantan pemain Shakhtar Donetsk itu menjadi penentu dalam kemenangan di final DFB-Pokal melawan Borussia Dortmund, yang lantas mengantar Bayern meraih gelar ganda. Harapan Costa untuk memperkuat negaranya di Copa America kemarin terpaksa dikubur lantaran kendala cedera, namun ia menegaskan kualitasnya dengan membantu Selecao dalam perjalanan merebut tiket ke Piala Dunia 2018 setelah mengemas dua gol dari empat laga kualifikasi.
#47 MAURO ICARDI | INTER & ARGENTINA
Sosoknya masih dilewatkan di pentas internasional namun pemain kelahiran Rosario itu melanjutkan kesuburannya di depan gawang untuk Inter yang kurang konsisten. Kini, pemain 23 tahun itu sudah melebihi torehan gol Ronaldo di Inter dan hanya masalah waktu bagi pelatih Edgardo Bauza untuk memanggilnya kembali mengingat ia adalah salah satu finisher terbaik di sepakbola era sekarang.
#48 IVAN RAKITIC | BARCELONA & KROASIA
Sang gelandang sedikit frustrasi setelah negaranya disingkirkan Portugal di Euro 2016, namun ia tampil gemilang di level klub dengan membantu Barca mengamankan gelar La Liga dan Copa del Rey. Pada musim panas kemarin sempat ada spekulasi yang menyebut kedatangan Andre Gomes ke Camp Nou mungkin akan membuatnya hengkang, namun bintang Kroasia itu tetap bertahan dan menjadi sosok penting di tim arahan Luis Enrique.
#49 MARQUINHOS | PARIS SAINT-GERMAIN & BRASIL
Ini menjadi tahun yang bagus bagi sang pemain belakang, yang suskes menyegel tempatnya sebagai pilihan utama di klub dan negara. Marquinhos juga mampu meraih tiga gelar domestik bersama PSG namun prestasi terbaiknya adalah memenangkan medali emas bersama Selecao di Olimpiade 2016 di Rio. Di turnamen tersebut, bek 22 tahun itu tak hanya mencetak gol di babak semi-final namun juga turut berperan dengan mengambil penalti melawan Jerman di final.
#50 LUCAS ALARIO | RIVER PLATE & ARGENTINA
Setelah memainkan peranan penting dalam keberhasilan River Plate meraih gelar Copa Libertadores 2015, bintang anyar Argentina itu mencetak gol penentu dalam kesuksesan meraih Recopa Sudamericana. Tidak mengherankan, pemain 23 tahun itu dipanggil untuk memperkuat Albiceleste – mengalahkan Mauro Icardi – dan sosoknya kini dibidik sejumlah klub Liga Primer seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur.


No comments:
Post a Comment