Showing posts with label trofi. Show all posts
Showing posts with label trofi. Show all posts

Tuesday, July 28, 2015

Arturo Vidal : Akhirnya Mimpi saya Menjadi Nyata



Agent judi online terpercaya-Mantan pemain Juventus Arturo Vidal mengaku sangat senang setelah proses transfernya berjalan mulus dari Juventus ke Bayer Munchen sudah tuntas, Vidal yang kini resmi menjadi bagian dari Munchen dan menyatakan mimpinya telah menjadi nyata.

Vidal dikontrak oleh Munchen selama empat tahun dan pada hari Selasa waktu setempat Vidal meneken kontraknya, dirinya pun mendapatkan nomor punggung 23 sama seperti yang ia pakai waktu bersama Juventus.

Gelandang ini merasa bahagia dan menganggap transfer ini merupakan langkah baru dalam kariernya. Ia berharap bisa membantu Bayer Munchen meraih kesuksesan karena baginya bergabung dengan Bayer Munchen adalah tujuan hidupnya.

Saya sangat gembira dan ini adalah langkah baru dalam karier saya dan saya berharap bisa melakukan banyak hal besar di sini. Saya ingin membantu tim meraih banyak trofi. Bagi saya transfer ini adalah mimpi yang jadi nyata," terang Vidal kepada situs resmi Munchen. 

Saturday, May 30, 2015

Rio Ferdinard Gantung Sepatu Dari QPR


Agen Judi Bola - Queens Park Rangers jadi klub terakhir dalam karier Rio Ferdinand. Setelah kontraknya dengan klub London tersebut habis, Ferdinand memilih gantung sepatu.

Ferdinand cuma dikontrak setahun oleh QPR dan setelah klub itu terdegradasi, bek 36 tahun itu beserta sejumlah pemain The Hoops lainnya memutuskan untuk hengkang. Di musim terakhirnya sebagai pemain profesional, Ferdinand cuma tampil 12 kali untuk QPR karena terus dibebat cedera sepanjang musim.

Alhasil Ferdinand pun merasa fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk bermain rutin dan dia memutuskan untuk pensiun dari dunia yang sudah membesarkan namanya itu, setelah berkarier selama dua dekade.

Saat masih berumur 12 tahun dan bermain bola di sekitar Friary Estate di Peckham, saya tidak pernah bermimpi bahwa saya bisa bermain untuk klub masa kecil saya, West Ham, menjadi kapten Leeds United, memenangi Liga Champions bersama Manchester United, atau kembali dilatih manajer pertama saya, Harry Redknapp, di Queens Park Rangers, ujar Ferdinand di Soccerway.

Saya selalu mengingat-ingat 81 caps bersama timnas Inggris dengan kebanggaan tinggi. Semua itu akan saya ingat sepanjang hidup saya.

Memenangi 13 trofi selama berkarier di Manchester United sudah memenuhi segala impian saya dalam sepakbola. Dari seorang anak muda hingga saat ini, itu yang akan saya ingat-ingat.

Ferdinand memulai karier profesionalnya bersama West Ham United pada musim 1995/1996, lalu namanya mulai naik saat dibeli Leeds United pada musim 2000/2001. Cuma dua musim bermain di sana, Ferdinand menjadi bek termahal sepanjang sejarah sepakbola Inggris saat dibeli MU pada musim 2002/2003 dengan banderol 30 juta poundsterling.

Ferdinand mencapai puncak kariernya bersama 'Setan Merah' dengan torehan 19 gelar dengan paling bergengsi adalah enam trofi Premier League dan satu trofi Liga Champions. Musim lalu dia memutuskan pergi dari MU dan gabung ke QPR. Total Ferdinand mengumpulkan 514 penampilan di Premier League dengan sumbangan 11 gol.

Kariernya di timnas Inggris dimulai tahun 1997 hingga 2011 dengan total 81 caps, sebelum berhenti karena kasus pelecehan rasial yang menimpa sang adik, Anton Ferdinand, dengan terdakwa saat itu duet Ferdinand di lini belakang The Three Lions, John Terry.

Tanpa seorang pria Jenius seperti Sir Alex Ferguson, maka semua ini tidak akan mungkin terjadi. Dia pantas mendapat sanjungan tinggi dari saya karena dialah yang membuat saya menjadi seorang pria sejati, tidak hanya seorang pesepakbola. Menurut saya dia akan selalu jadi manajer terhebat dalam sejarah sepakbola Britania Raya, demikian Ferdinand.

Saturday, May 10, 2014

Madrid Bakal Mati-matian Kejar trofi Champion

Trofi Liga Champion -  menjadi tujuan utama Real Madrid pada musim ini. Setidaknya pernyataan tersebut diamini oleh supremo El Real, Florentino Perez.

La Decima atau biasa disebut gelar Liga Champions kesepuluh, sangat diidam-idamkan Madrid. Bagaimana tidak, terakhir kali Los Blancos menggenggam trofi Kuping Besar 12 tahun silam, di mana sukses menaklukkan Bayer Leverkusen di final dengan skor 2-1.

Tak mau sia-siakan peluang yang ada, Perez pun berharap para pemainnya bisa mewujudkan mimpi La Decima. Saat diwawancarai di sela-sela pertandingan semifinal tenis Madrid Open antara Nadal dan Bautista, Perez berkeinginan menginstruksikan skuadnya untuk bertarung hingga akhir.

"Kami akan memberikan setiap tetes terakhir keringat untuk memenangkan Liga Champions, seperti Rafael Nadal di dalam pertandingannya,” ujar Perez kepada La Sexta, Minggu 11 Mei 2014.

"Liga Champions adalah kompetisi di mana setiap orang yang terkait dengan Real Madrid merasa memiliki arti lebih. Kami berutang kepada fans kami dan kami akan melakukan segalanya dalam kekuasaan kami untuk menangkan gelar Liga Champions,” tegasnya.

Madrid lolos ke final Liga Champions usai mengandaskan juara bertahan Bayern Munich dengan agregat meyakinkan 5-0, dan bakal berhadapan dengan rival sekotanya Atletico Madrid yang sukses menyingkirkan wakil Inggris, Chelsea dengan agregat 3-1.

Monday, May 5, 2014

Trofi EPL gagal didapat, Suarez pun menangis

Agen terbaik - Anak asuh Brendan Rodgers itu sejatinya telah unggul 0-3 hingga menit ke-55, lewat gol Joe Allen, Daniel Sturridge, dan sang bomber andalan, Luis Suarez. Tertinggal tiga gol justru membuat pasukan Tony Pullis berang dan melakukan balas dendam, hingga akhirnya Dwight Gayle yang sukses mempuskan mimpi Liverpool untuk meraih poin sempurna.

Hasil imbang ini memang membuat Liverpool kembali ke posisi puncak papan klasemen sementara. Namun, posisi Steven Gerrard cs belum aman mengingat rival utama mereka, Manchester City baru akan melakoni laga ke-37 dengan menghadapi Aston Villa, Kamis dini hari nanti.

Air mata itu tumpah dari pria Uruguay bernama Luis Suarez ketika laga di Selhurst Park semalam tuntas. Dia tahu bahwa usaha kerasnya sepanjang musim ini bakal sia-sia karena gagalnya membawakan trofi EPL untuk suporter Liverpool.

Punya misi harus menang dan kalau bisa dengan skor besar melawan Crystal Palace demi menjaga peluang juara, Liverpool sebenarnya punya peluang ketika sampai menit 78 mereka memimpin 3-0 berkat gol-gol Joe Allen, Suarez, dan Daniel Sturridge.

Tapi kemudian Mark Delaney mengawali mimpi buruk Liverpool di menit 78 untuk mengubah skor jadi 1-3, lalu kemudia Dwight Gayle membuat para pemain serta fans Liverpool terpaku ketika dua golnya di menit 81 dan 88 menghabisi mimpi The Reds untuk jadi juara.
Alexa排名查询 收录查询